Terjadi Pelecehan Seksual Di Pesantren

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Pelecehan seksual ternyata tidak hanya terjadi di daerah pariwisata atau kota-kota besar saja, siapa sangka di pesantren yang notabenya tempat orang menimba ilmu agama juga pernah terjadi pelecehan seksual di tambah korbannya adalah anak.

Pada tahun 2009 sampai 2012, sebanyak 85 perempuan dan anak menjadi korban kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren di Jawa Tengah. Kekerasan dimaksud adalah berupa sodomi, perkawinan paksa, perkawinan dibawah umur, pelecehan seksual, hingga perkosaan dan lain-lain. Hal itu sesuai dengan data yang disampaikan oleh Direktur Legal Resources Cencer untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia ( LRC-KJHAM ) Jawa Tengah bernama Fatkhurozi, Dijelaskan pula oleh Fatkhurozi, memperkirakan jumlah kasus kekerasan dan korban kekerasan di lingkungan pondok pesantren bisa terus bertambah. Sebab, seringkali kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pondok pesantren tak terungkap. Sebab, biasanya korban takut untuk melapor. Ditambah lagi, para pengelola pondok pesantren kadang menggunakan dalil agama sebagai legitimasi melakukan tindak kekerasan, Menurut Fatkhurozi, ditemukan kecenderungan meningkatnya kasus kekerasan seksual kepada perempuan dan anak yang terjadi di lingkungan pesantren atau lembaga pendidikan non formal berbasis agama. ” Dengan berkedok agama atau pondok pesantren, para pelaku bisa bebas melakukan kekerasan seksual karena dianggap aman dan nyaman. Memang tidak semua pondok pesantren melakukan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan sambil menyebut beberapa pesantren yang pernah terjadi kasus tersebut “, kata Fatkhurozi. Dikatakan pula oleh Fatkhurozi, meski pelaksanaan hak asasi perempuan di Indonesia dianggap lebih maju daripada negara-negara muslim lain, ternyata banyak ditemukan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang berakar dari pemahaman keislaman. Misalnya kasus perkawinan Siri, perkawinan paksa, poligami, sunat perempuan, dan kekerasan dalam rumah tangga.

Sumber : http://indenpers-media.blogspot.com/2012/03/85-perempuan-korban-kekerasan-seksual.html

SHARE
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Masukkan kata kunci pencarian...