Laporan Monitoring dan Evaluasi : Wisata Pedesaan Ramah Anak di Manggarai Barat dan KEK Kutai Mandalika
Pariwisata memberikan dampak negatif bagi perlindungan anak. Setelah Bimbingan Teknis yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di Kuta Mandalika semakin banyak pekerja anak setelah pandemi COVID-19. Sebelum tahun 2021, pekerja anak-anak didominasi oleh anak-anak dari Desa Rembitan, tetapi semakin ke sini anak-anak Desa Kuta Mandalika juga bermunculan. Salah satu penyebabnya selain karena pariwisata di wilayah KEK Mandalika berkembang dan masyarakat cenderung ‘ikut-ikutan’ melihat pekerja asongan dan pekerja anak menguntungkan. Prostitusi di Kuta Mandalika dicurigai juga semakin berkembang, tetapi tertutup karena adanya nilai-nilai agama/masyarakat. Sementara pada tahun 2021 kekerasan seksual di Manggarai Barat tidak terlihat, di tahun 2023 semakin muncul dengan korban tidak hanya dari masyarakat di Manggarai Barat, tetapi di luar Manggarai Barat.
Download PDF